Taste the coffee journey

INDONESIAN | STORYTELLING | HOME-ROASTING

Edisi 4

“Gelombang Kopi Robusta”

Specialty Arabika boleh saja tenar, namun Robusta tengah menyusupnya dari belakang. Buah pemikiran third wave, di mana pelaku kopi memberi perhatian khusus kepada kopi Arabika, mulai digunakan untuk kopi Robusta. Hasilnya? Kopi Fine Robusta dengan kekayaan rasa yang tak kalah dengan specialty Arabika! Namun Robusta memiliki jauh lebih banyak cerita, mulai dari melawan climate change hingga menopang kehidupan ratusan roaster rumahan di Jakarta. Simak kisah-kisahnya di bawah ini!

THE PLAYLIST

Click articles for summary or full translations in Indonesian or English

Coffee Conversation with Stanley Chien


Read in English

Tak lama lagi, kita akan mengenal Robusta yang tidak lagi pahit dan gelap selayaknya breakfast coffee pada umumnya. Perubahan iklim yang amat berdampak pada wilayah penanaman kopi kini membuat para ahli kopi beralih ke Fine Robusta yang tahan banting untuk memenuhi konsumsi specialty dunia. Kami berbincang dengan Stanley Chien, Juara Barista Taiwan selama bertahun-tahun, tentang Fine Robusta, dari pertanian hingga penyeduhan.

0
Read More

Micro-Roastery Robusta di tengah Gelombang Ketiga


Read in English

Apa yang ada di pikiran anda ketika mendengar kata Robusta? Pahit? Kental? Laki? Kalau begitu, selamat! Anda termasuk dari banyak masyarakat Indonesia yang mengasosiasikan kopi, terutama Robusta, seperti tiga kata di atas.

Sebenarnya, bukan sebuah kesalahan ketika kopi Robusta menjelma menjadi kopi ‘laki’. Selama ratusan tahun terakhir, Robusta telah merajai pasar dunia. Diawali dar kopi bubuk sangrai hitam untuk kopi cepat saji yang menandai Gelombang Pertama, warga dunia perlahan-lahan mulai membentuk kecintaan terhadap kopi hitam nan legit dan kaya kafein ini.

0
Read More

A Traditional Way to Make Coffee


Ada sebuah lubang yang sangat dalam di pinggir jalan. Di dalam lubang tersebut, hutan belantara tumbuh, dipenuhi berbagai macam tumbuhan dan binatang. Dan juga hantu manusia-manusia yang tak sengaja jatuh ke dalam lubang tersebut bersama motornya, mobilnya, dan truknya, lalu meninggal di sana. Ada juga segunung sampah: tas plastik dan sayur mayur yang membusuk, popok dan tissue toilet, dan banyak lainnya.

Sampah-sampah itu dibuang ke dalam lubang tersebut oleh orang-orang sekitar. Empat roh di hutan tersebut – Bumi, Api (direpresentasikan oleh Petir), Air, dan Udara – mengambil wujud manusia. Manusia terakhir yang tinggal di sana, Pak Use, juga menampakkan diri sebagai hantu. Pak Use berkata kepada roh-roh di sana bahwa pertunjukan mereka sebagai manusia tidak begitu meyakinkan. Jadi mulailah Episode 4 dari Cara Tradisional Membuat Kopi…

0
Read More

Rasa Itu


“Kenapa Pak, kok ketawa?”
“Hahaha… Kamu suka gula ya, Dik?” tanya Pak Gede sesaat setelah aku mencemplungkan sesendok gula ke dalam kopi.
“Nggak sih. Aku kira Bapak ketawa karena aku memasukan gulanya kurang banyak.”
“Bukan masalah memasukan gulanya.”

0
Read More

Masa Depan Robusta Kita


Read in English

Di industri kopi kita, robusta ibarat selebriti yang kehilangan masa jaya. Kemudian ditemukan lagi oleh manajemen baru, yang bekerja keras menyulap si pesohor masa lalu menjadi nyala bagi panggung hiburan.

Keberadaan robusta mungkin berbeda nilainya saat kita mendengar cerita-cerita usang kakek dan nenek kita di dapur. Ada secangkir kopi panas harum mengepul yang dituang di cangkir enamel. Secangkir robusta yang mengandung nikmat tanpa ukuran, formula, apalagi rumus-rumus pengukur kenikmatan.

0
Read More

Es Kopi Susu: Memodernisasikan Robusta


Read in English

Kalau pernah menonton serial TV Si Doel Anak Sekolahan, pasti kita bisa menyaksikan kebiasaan ngopi bersama kerabat dan tetangga di pagi dan sore hari. Kebiasaan ngopi di Indonesia memang tidak hanya terjadi beberapa tahun belakangan. Kopinya sendiri boleh jadi Robusta yang gosong dan pekat atau kopi instan, tak masalah.

Namun dengan datangnya coffee’s third wave yang mementingkan origin dan flavor profiles, kebiasaan ngopi pun berubah. Kita pun mulai melirik berbagai macam brand lokal yang mengusung kopi Indonesia, baik Arabika dan Robusta, yang disajikan dengan berbagai macam cara. Es kopi susu adalah salah satunya. Dengan harganya yang amat murah dan rasa yang bermacam-macam, tak heran sekarang es kopi susu menjadi incaran kafein banyak orang.

0
Read More

Mohammad Fakhri: Menjuarai Kompetisi dengan Tangan Kiri


Mohammad Fakhri, lelaki tangguh yang terlahir dengan satu tangan ini sudah mencecap manis dan harumnya kopi sedari SD. Bukannya diawali karena kesukaannya akan kopi , melainkan sang ibunda membuat dirinya meminum kopi di usia yang cukup muda. Sarjana Strata Satu Psikologi ini menuturkan bahwa menurut sang ibunda, dirinya memiliki kebiasaan tidur yang terlalu lama. Maka beliau pun ‘mencekoki’ Fakhri dengan kopi kegemarannya, yakni kopi sachet – Indocafe Coffee Mix, dan itu menjadi kopi pertama dalam kehidupan Mohammad Fakhri.

0
Read More

Singalong is a collection of essays on Indonesian coffee, expressed through fictions, non-fictions, and arts.
You can also purchase the green beans from our stories here.

TASTE THEIR JOURNEY

hello@readsingalong.com

0