Ibrik pun Bisa untuk Menyangrai


Read in English

Brebes, sebuah kabupaten yang terletak di Jawa Tengah pun tak luput dari pergerakan kopi ini. Memiliki wilayah terluas kedua se-Jawa Tengah, bawang merah adalah komoditas utamanya, namun kebun kopi juga pelan-pelan bertambah luas. Dengan semakin banyaknya penggiat kopi dari hulu ke hilir yang bersinergi, semakin banyak pula pemikiran yang dapat diselaraskan demi mengembangkan industri kopi kota Brebes. Malah, dalam kisah di bawah ini, perkembangan home roastery-lah yang berperan sebagai motor penggeraknya

0
Read More

(2) Apakah kamu adalah seorang roaster rumahan?


Read in English

Ape perbedaan seorang roaster rumahan di Indonesia dan di negara Barat? Menyangrai di rumah sudah lama dikenali oleh masyarakat Indonesia. Namun, Gelombang Ketiga kopi mengubah itu semua. Begitu peminum mengerti bahwa kopi memiliki rasa yang berbeda tergantung pada originnya, misi untuk mengeluarkan dan memaksimalkan citarasa itu pun muncul. Ditambah lagi dengan internet dan belanja online, membeli green beans dalam jumlah kecil dari Afrika atau Brasil, bukan tidak mungkin lagi.

0
Read More

Cara Nyangrai Santai


Read in English

Memang sudah semenjak dulu keluarga-keluarga di Indonesia menyangrai kopinya sendiri. Bukan hal yang aneh. Mereka mendapatkan biji kopi dari kebun sendiri atau kerabat, kemudian menyangrainya secukupnya. Tanpa alat pengukur yang macam-macam, bapak atau ibu ini sudah sangat terbiasa untuk mengandalkan indera mereka untuk menghasilkan kopi yang mewah di lidah. Ditambah lagi dengan fakta bahwa kopi yang fresh hanya bisa tahan satu minggu, menjamu tamu dengan kopi hasil sangrai sendiri sebetulnya adalah jamuan yang istimewa.

0
Read More

Roaster Rumahan: Yosua Adetya


Home brewers mungkin sudah banyak, namun tidak dengan home roasters. Untuk mendapatkan roasted beans yang menjajikan, seringkali kita melempar tugas itu kepada para roaster saja. Padahal, seperti menyeduh, menyangrai juga adalah keahlian yang bisa dipelajari. Dan hobi yang bisa jadi menyenangkan. Di seri ini, yuk berkenalan dengan beberapa roaster rumahan dan ngobrol tentang jenis mesin, green beans, metode sangrai, dll!

0
Read More

Home Roasting: Goreng Saja Biar Ramai!


Read in English

Kalo dulu, orang roasting di rumah susah nyari kontak petani atau makelar biji kan. Kalau sekarang, petani aja punya sosmed. Mau macem apa aja ya ada tinggal pilih. Itu sih salah satu faktor yang membuatnya jadi trend.

Sebagai pelaku bisnis dia juga tidak menutup mata pada sektor penjualan online sehingga produknya dapat dibeli melalui salah satu market place.

0
Read More

Melda Zhang: Mengharumkan Nama Indonesia di Vietnam


Read in English

Jauh sebelum bendera spesialti kopi berkibar-kibar di banyak negeri, Melda Zhang dan rekan-rekannya adalah pecandu kopi yang gemar menikmati ragam kopi. Jatuh hati kepada kopi setelah mengunjung Takengon, Aceh Tengah, insting tajamnya mampu melihat peluang untuk membawa perempuan asal Sigli ini terbang jauh. “Awalnya, saya melihat bahwa kopi memiliki potensi bisnis yang besar. Apalagi Indonesia yang sudah pasti kaya akan biji kopi berkualitas. Di sana saya melihat peluang untuk menjual kopi. Meski, pada akhirnya kopi ini juga yang membawa saya ke Viet Nam dan memulai karir di sana.”

0
Read More

Roaster Rumahan: Bayu Arya


Home brewers mungkin sudah banyak, namun tidak dengan home roasters. Untuk mendapatkan roasted beans yang menjajikan, seringkali kita melempar tugas itu kepada para roaster saja. Padahal, seperti menyeduh, menyangrai juga adalah keahlian yang bisa dipelajari. Dan hobi yang bisa jadi menyenangkan. Di seri ini, yuk berkenalan dengan beberapa roaster rumahan dan ngobrol tentang jenis mesin, green beans, metode sangrai, dll!

0
Read More

Part 5: Cara Tradisional Membuat Kopi


Audio dan transkrip ada di bawah ini. Ringkasan Part 1-4: Ada lubang yang sangat dalam di jalan. Di lubang itu, hutan telah tumbuh, penuh dengan semua jenis tanaman dan hewan. Juga ada hantu manusia yang telah pernah mengendarai sepeda motor, mobil dan truk ke dalam lubang dan mati di sana. Ada juga tumpukan sampah: kantong plastik dengan sayuran busuk, popok dan pembalut wanita, dan banyak lagi. Sampah telah dibuang ke lubang oleh manusia yang tinggal dekat. Empat roh hutan — Bumi, Api (diwakili sebagai Petir), Air dan Udara — berbentuk manusia. Seorang manusia yang terakhir mati di lubang, Pak Yus, juga muncul sebagai hantu. Pak Yus memberi tahu roh bahwa tampilan mereka sebagai manusia tidak terlalu meyakinkan dan bahwa mereka seharusnya belajar lebih baik. Ia menawarkan memperkenalkan mereka kepada beberapa manusia nyata. Roh-roh unsur setuju dan naik ke atas lubang. Pak Yus mengantar mereka ke kebun kopi campur yang sangat disukai roh-roh. Selanjutnya, ia janji akan memperkenalkan mereka kepada pemilik kebun. Dan Episode 5 dari Cara Tradisional Membuat Kopi dimulai … Baca Part 1, Part 2, Part 3, Part 4 Oleh Rob Finlayson [SFX: deng deng deng] Dalang: Selamat datang, bapak bapak, ibu ibu, anak anak. Selamat datang di Bab 5 dari Cara Tradisional Membuat Kopi. [SFX: deng deng deng] D: Anda akan mendengar ada inovasi dalam pertunjukan: musik! [SFX: deng deng deng] D: Oke, ini cuman pralon besar dan pralon kecil. Plastik saja bukan kayu lama dengan noda enak. Produsernya adalah pelit banget. Kata saya kepadanya, pertunjukan ini akan […]

0
Read More

Kopi Tradisional : Kokoh Berdiri Meski Digempur Kopi Modern


Baca dalam bahasa Indonesia

Nengah is the current owner of a small traditional Robusta roastery in Klungkung, Bali. Started in 1970, this family-owned business was closed down in 1986 for a saddening (yet common) reason that no one had the time and fortune to manage it. It was in 2002, Nengah, one of the owner’s children who previously worked as a bus driver, took over the business.

With his own ways of managing and roasting, Nengah takes care and rebuilds this small roastery. He roasts only 10 kg a day, an amount enough to sell to his neighbors and to pay the bills. Even in his modesty, he is popular among the local communities as Nengah Gianyar, the only traditional coffee roaster from a district that doesn’t even grow coffee.

0
Read More

Kopi Juria: Karena Rasa, Kami Tetap Menjaganya Hingga Saat Ini


Bagi masyarakat Colol, Flores, kopi adalah kehidupan. Tak pernah sekalipun hidup terlepas dari yang namanya kopi. Sebelum memulai hari dan bermimpi pun, orang-orang Colol, Flores, ditemani kopi. Sejak jaman nenek moyang masyarakat Colol Flores begitu akrab dengan kopi dan sejak kecil pun anak-anak di sana sudah dikenalkan dengan kopi sehingga tubuhnya begitu terbiasa dengan kopi bahkan hingga mereka dewasa tidak pernah gagap akan rasa kopinya.

0
Read More

Home Roasting Guide


Kadang kita lupa bahwa dahulu, orang menyangrai kopi tidak dengan mesin, namun dengan peralatan dapur yang sederhana. Waktu yang dibutuhkan juga sebenarnya tidak lama. Malah, dengan menyangrai kopi sendiri, kita bisa mendapatkan citarasa kopi fresh yang maksimal. Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk cara sederhana menyangrai kopi:

0
Read More

Singalong is a collection of essays on Indonesian coffee, expressed through fictions, non-fictions, and arts.
You can also purchase the green beans from our stories here.

TASTE THEIR JOURNEY

hello@readsingalong.com

0