Rasa Itu

 In Fourth Edition

Read in English

DODIK CAHYENDRA

5 Maret 2019
Desa Tigawasa, Singaraja, Bali

kopi-gula-bali-013

“Kenapa Pak, kok ketawa?”
“Hahaha… Kamu suka gula ya, Dik?” tanya Pak Gede sesaat setelah aku mencemplungkan sesendok gula ke dalam kopi.
“Nggak sih. Aku kira Bapak ketawa karena aku memasukan gulanya kurang banyak.”
“Bukan masalah memasukan gulanya.”
“Terus?”
“Mungkin kamu kebanyakan, Dik,” kata temanku.
“Bukan juga,” kata Pak Gede, “Mestinya gulanya kamu kunyah.”
Kebingunganku mencuat. Seumur hidup, yang aku lihat adalah orang menambahkan gula ke kopi, bukan mengunyah gulanya bulat-bulat.

kopi-gula-bali-006
kopi-gula-bali-007
kopi-gula-bali-003
kopi-gula-bali-005
kopi-gula-bali-011
kopi-gula-bali-008

“Itu budaya di sini Dik. Sudah dari dulu sekali cara meminum kopi kita di sini seperti itu. Desa Tigawasa ini termasuk desa tua di Bali, termasuk juga desa Bali Aga di kabupaten Singaraja ini.”
“Lalu kenapa gulanya dikunyah pak? Bapak saya kalau minum kopi gulanya di masukan ke dalam kopi, bukan dikunyah.”
“Hahahaha. Gula merah ini sebenarnya tidak terlalu manis, tidak seperti gula merah di pasaran, jadi kalau dikunyah banyak juga tidak manis-manis amat, kok.”

kopi-gula-bali-015
kopi-gula-bali-016
kopi-gula-bali-025
kopi-gula-bali-023

“Iya sih, tapi apa bedanya dengan mencampurkan gula ini ke dalam kopi?” Aku pun mulai kesal.
“Biar rasa kopi ini tidak berubah.”
“Oh…” Aku bengong, tapi masuk akal juga, “Hahaha.” Aku menertawakan diri sendiri, kemudian terdiam beberapa saat.
“Coba, Dik,” kata Pak Gede sambil menyodorkan secangkir kopi hitam.
“Oke, aku sruput sedikit, ya.”
Kunyah gulanya….
Sruput kopinya….

kopi-gula-bali-024

Aaaah,
ada banyak sekali rasa di dalam mulutku,
rasa manis, asam, kecut, gurih dari gula merah khas desa ini,
bercampur dengan rasa kopi Robusta yang lumayan berat dan sedikit ada asamnya.
Tidak bisa aku deskripsikan,
Hanya saja sensasi rasa ini,
tidak bisa ku lupakan.

“Enak, Pak.” Hanya itu kata yang bisa kuucapkan pada saat itu, tidak tau lagi apa yang mesti dijelaskan.
“Haha, ya kan…,” kata Pak Gede, tangannya mengambil gula merah, sesaat kemudian, secangkir kopi.

DODIK CAHYENDRA adalah fotografer dan visual storyteller dari Bali. Di waktu senggangnya ia sering mendaki gunung dan mencari ketenangan alam.

Masa Depan Robusta Kita
A Traditional Way to Make Coffee


0