Loading Post...

You have reached the bottom. Let’s shuffle the article!

Post Not Found

Tips Memilih Mesin Espresso Second Hand

 In Coffee Conversations

Ditulis oleh Gede Bagiarta

 

Mesin kopi adalah salah satu motor utama sebuah kafe yang menyajikan espresso sebagai menu utamanya. Namun, sering kali mesin kopi yang mumpuni juga mengambil porsi keuangan yang besar. Hal ini selalu menjadi pertanyaan setiap pemilik kafe yang baru mulai terjun di industri ini: apakah saya harus beli baru, apakah saya bisa sewa, apakah perlu mesin besar atau mesin kecil, dan lainnya. 

Solusi lain yang sering dilirik oleh pemilik kafe adalah menyewa mesin kopi. Namun untuk jangka panjang, menyewa mungkin bukan menjadi opsi yang baik.

Solusi yang lebih baik adalah membeli mesin second hand (bekas). Dengan memilih mesin bekas yang tepat, modal awal tidak akan habis untuk pengadaan mesin dan mesinnya pun bisa dijual bila waktunya untuk upgrade telah tiba. Keuntungannya pun jadi berlipat ganda. 

Di era internet sekarang ini, tidak sulit untuk mencari perusahaan atau orang yang menawarkan mesin kopi bekas. Namun tak sedikit juga yang menjual mesin kopi bekas tanpa dicek sebelumnya. Karena itu, jika kalian ingin membeli mesin bekas, sebaiknya bawa teknisi yang berpengalaman atau setidaknya barista yang berpengalaman. Jangan bergantung kepada informasi dari penjual saja. 

Bagaimana cara mengecek kualitas mesin kopi? Seperti mengecek fisik mobil, yaitu dengan memahami fungsi dari tiap bagian mesin. Tips dari kami adalah untuk menonton how to use video karena bisa memberi gambaran tentang bagaimana kondisi mesin saat baru pertama kali dipakai. Jangan lupa riset – karena sumber di internet sudah cukup untuk belajar perbedaan dari tiap-tiap mesin kopi. 

Tips dari kami adalah untuk menonton how to use video karena bisa memberi gambaran tentang bagaimana kondisi mesin saat baru pertama kali dipakai.

Pertimbangkan juga merk mesin kopinya. Mesin-mesin dari merk ternama, seperti La Marzocco atau Simonelli, biasanya memiliki daya tahan lebih baik, oleh karena itu mesin second nya masih memiliki nilai yang cukup mahal. Namun, tidak menutup kemungkinan mesin tersebut tiba-tiba rusak saat dipakai nanti.

Cek juga layanan purna jual mesin atau supplier yang bisa melakukan perbaikan serta menyediakan spare part. Jangan sampai mesin second yang kita inginkan sudah dihentikan produksinya sehingga tidak bisa diperbaiki. Hal seperti ini biasanya terjadi pada mesin-mesin tipe home-use alias bukan untuk commercial dalam volume tinggi. Mesin home use ini harganya akan murah dibandingkan mesin professional/commercial karena sering kali tidak disediakan spare parts yang lengkap di layanan purnajual nya. Namun, hal ini juga tidak berarti semua mesin rumahan itu cepat rusak atau tidak memiliki layanan purnajual lengkap.

Berikut beberapa cara untuk melihat mesin tersebut banyak PR atau bisa dikategorikan layak pakai.

  1.     Cek penampilan fisik.

Apakah ada kerusakan (dent, karat, keropos, pecah, dll) pada cover atau body luar dan dibuka cover atas supaya bisa dilihat bagian dalam seperti kabel-kabel apakah ada yang robek, apakah kotor (ada benda lain/sampah) didalam mesin.

  1.     Tes nyala. Hidupkan mesin lalu cek apakah berfungsi sebagaimana seharusnya.
  •       Tombol menyala saat dipakai (coba ditekan semua satu per satu)
  •       Display indicator menyala (jika ada).
  •       Bila ada tuas, cek apakah berfungsi baik.
  •       Cek steamer apakah ada keluar air atau ada bocor di pangkal nya.
  •       Cek Apakah mesin memanas dengan baik dengan cara keluarkan air dari grup head. Setelah panas lalu cek suhu grup head dengan thermometer, apakah dropping atau konstan. Biasa nya berada di 92– 94 C (bila kurang, bisa disesuaikan dulu lalu dicek ulang)
  •       Apakah ada kebocoran pada selang inlet/boiler, drip tray, selang pembuangan dll.
  •       Indikator Manometer berfungsi dan menunjukkan pressure yang sesuai. 
  •       Apakah ada suara/kondisi yang tidak normal saat mesin menyala.

    Ascaso double group

    La Marzocco single group

     

    3. Tes pakai. (Brewing dengan kopi)

  •       Lihat apakah grup head bocor karena gasket sudah usang atau ada hal lain yg menyebabkan bocor.
  •       Apakah pressure konsisten di 9 bar atau turun drastis. Ada beberapa tipe/merk mesin tertentu yang harus dites dengan cara brewing espresso supaya bisa lihat pressure nya sesuai atau tidak.
  •       Cek debit air grup head apakah keluar nya sudah sesuai (biasanya 400-500ml per 30s).

Langkah diatas merupakan panduan dan tidak baku atau tidak bisa dijadikan patokan namun bisa dipakai pertimbangan untuk membeli mesin tersebut jika ada beberapa yang tidak sesuai. Sehingga saat membeli kita sudah tahu atau bisa perkirakan apa yang perlu diperbaiki serta estimasi biayanya.

Baca juga: Between Value Chain and Industry 4.0

Perlu diingat juga bahwa biaya perbaikan terbesar pada mesin kopi adalah pada perbaikan elektronik (main board) dimana main board tersebut adalah “otak” dari mesin kopi itu sendiri. Biasanya harga parts main board cukup mahal, jadi apabila ada kendala atau kerusakan di sana, sebaiknya dipikirkan kembali apakah mesin second tersebut masih layak untuk dibeli.

Biaya perbaikan terbesar pada mesin kopi adalah pada perbaikan elektronik (main board) di mana main board tersebut adalah “otak” dari mesin kopi itu sendiri.

Pada akhirnya, semua mesin second beresiko rusak, cepat atau lambat. Namun kita bisa meminimalkan kerusakan atau biaya perbaikan bila kita bisa memahami apa yang harus dilakukan saat memilih mesin kopi.

Akhir kata, selalu lakukan riset sebelum membeli sesuatu. Pahami cara kerjanya maka kita akan paham kondisinya.

Baca juga: 5 Second Espresso

Ingin kiat-kiat kopi lainnya dalam bentuk audio? Ikuti kami di Singalong Coffee Podcast. 

Kenapa harga kopi jadi mahal sekali? Bincang-bincang dengan Rodney Glick
A Sonic Brewing Experience

Share and Enjoy !

0Shares


Leave a Comment

Start typing and press Enter to search