Yuk! Cupping di Rumah

 In Coffee Conversations

Sudah mantap sangrai macam-macam kopi? Saatnya kita cupping! Cupping tidak hanya dapat dilakukan oleh lingkungan professional saja, namun juga di rumah untuk mengetahui kualitas biji dan kualitas sangrai kalian.

Di lingkungan professional, cupping diadakan oleh berbagai pekerja kopi dengan tujuan yang berbeda-beda. Seorang buyer akan melakukan cupping untuk membandingkan kopi dari berbagai lot, seorang importir akan cupping untuk memastikan barang yang datang sesuai dengan sample, roaster melakukan cupping untuk quality control, sedangkan pemilik kedai akan cupping untuk mencari biji kopi yang sesuai dengan pasarnya.

Cupping di kalangan professional memang memiliki protokol yang cukup kompleks, namun tidak perlu merasa terintimidasi! Cupping bisa juga dilakukan dengan cara sederhana, di rumah, dengan cangkir yang ada, untuk kita menambah kosakata tentang rasa.

Alat-alat yang dibutuhkan:

  1. Ketel – apa saja boleh, murah meriah nggak apa-apa
  2. Air putih – pilih air putih yang jernih tanpa kandungan rasa mineral yang kuat
  3. Timbangan
  4. Cangkir – sebisa mungkin gunakan cangkir dengan ukuran yang hampir sama. Kita akan membutuhkan 4-5 cangkir.
  5. Sendok – pada umumnya, cupper akan menggunakan sendok khusus cupping yang lebar. Namun, menurut James Hoffman, sendok cupping apa pun sah-sah saja digunakan untuk cupping. Jika ada sendok untuk sup atau dessert, boleh gunakan sendok tersebut.
  6. Timer – timer handphone pun jadi
  7. Kopi – tak perlu mulai dengan 10 jenis kopi. Dua jenis kopi boleh untuk mendalami perbandingan. Atau idealnya, 4-5 jenis kopi dulu.

Image: Karana

Menyiapkan proses cupping:

  1. Grind kopi medium-fine.
  2. Untuk cangkir berukuran 240-250 ml, gunakan 12 gr kopi dan 200 ml air. Timbang kopi sebelum di-grind dan setelah di-grind untuk memastikan berat kopi tidak berubah.
  3. *TIPS* Ketika kita akan grind kopi berikutnya yang berbeda, taruh 2 gr biji kopi ke dalam grinder untuk membersihkan biji kopi sebelumnya
  4. *TIPS* Taruh packaging kopi yang akan memberikan kita hints tentang citarasa kopi tersebut jauh-jauh.
  5. Panaskan air, kemudian tuang – tubruk! *TIPS* Seduh di atas timbangan untuk memastikan jumlah air memang pas.
  6. Setelah menyeduh semua kopi, pasang timer 4 menit

Proses cupping:

  1. Usai 4 menit setelah diseduh, gumpalan bubuk kopi akan membumbung ke permukaan. Dengan sendok cupping, ‘break’ gumpalan bubuk kopi itu tiga kali. Seperti mengaduk, namun hanya di area permukaan untuk membuka aroma kopi.
  2. Dengan menggunakan sendok, angkat gumpalan bubuk kopi dari cangkir dan buang.
  3. Silahkan menghirup aroma yang ada.
  4. Saat ini, kopi mungkin masih terlalu panas. Sedikit citarasa yang akan kentara. Karena itu, silahkan menunggu 6-10 menit lagi supaya agak dingin sebelum mulai mencicipi.
  5. Dengan sendok, cicip kopi yang ada. Pastikan kopi membasahi seluruh mulut—lidah dan langit-langit.
  6. Compare and contrast. Bandingkan rasa tiap kopi, ketika panas dan ketika dingin. Rasa kopi akan lebih tajam semakin dia dingin, yang berarti semakin mudah juga kita mengenali perbedaan dari satu cangkir ke cangkir yang lain.

Di acara cupping professional, kalian akan menemukan cupper yang mencatat aroma kopi ketika kering, baru di break, seusai di break, sebelum kemudian mencicip rasanya. Hal ini dilakukan untuk menilai evolusi aroma dan rasa kopi tersebut dari awal hingga akhir karena memang kedua faktor ini berubah banyak sepanjang proses cupping.

Namun jika kalian baru pertama kali, santai saja, dan tidak perlu kaku mengikuti protokol ini! Yang penting, aktivitas cupping itu sendiri kalian nikmati agar imajinasi tentang rasa kopi dapat ikut membumbung tinggi.

Dirangkum dari video James Hoffman: How to Cup (Taste) Coffee at Home

 

10 Rules on Cupping
Home Roasting Guide


Leave a Comment

0

Start typing and press Enter to search