(2) Apakah kamu adalah seorang roaster rumahan?

 In #5 Roaster Rumahan, Home Roasting

Read in English

Jika kita menilik ke desa di mana konsumsi kafein terjadi sehari-hari, maka sebetulnya kita akan menemukan bahwa home-roasting telah terjadi berabad-abad sebelum kita mengenal istilah itu sendiri. Sejak Belanda memperkenalkan cuulturstelsel (sistem tanam paksa) untuk kopi di Jawa di abad ke-17, para petani Indonesia sebetulnya telah memanggang kopi mereka di rumah mereka sendiri menggunakan peralatan yang seadanya — wajan, spatula, panci terakota, api kayu. Kopi dicampur dengan jagung, beras, kacang hijau atau tepung lainnya yang tumbuh di halaman belakang mereka untuk membuat rasanya tidak terlalu pahit. Kemudian dituang sebagai tubruk dan ditambah sesendok gula, lalu dikonsumsi bersama keluarga atau tetangga sebelah. Minum kopi adalah aktivitas sehari-hari dan bagi sebagian orang adalah sebuah perayaan.

Ketika revolusi industri terjadi dan mesin roasting diciptakan, mereka yang memiliki modal memprakarsai produksi kopi yang lebih besar. Beberapa dari mereka adalah pemilik bisnis rumahan yang menyangrai dan menjual hasilnya ke tetangga dan yang lainnya membuka rumah kopi sendiri. Menyangrai, meskipun dilakukan di rumah dan dalam skala yang lebih kecil, menjadi pekerjaan yang benar-benar menghasilkan pendapatan. Aktivitas bisnis rumahan ini kemudian membentuk selera kita akan kopi pahit gelap dan merupakan dasar untuk berbagai ramuan rasa yang disesuaikan dengan citarasa daerah.

Namun setelah Gelombang Ketiga, pemahaman kita tentang kopi bergeser. Istilah ‘asal’ dan ‘profil roasting’ mengubah pandangan kita akan dunia kopi. Di Amerika Serikat, menyangrai di rumah terjadi sebagai akibat dari Gelombang Ketiga. Begitu peminum mengerti bahwa kopi memiliki rasa yang berbeda tergantung pada originnya, misi untuk mengeluarkan dan memaksimalkan citarasa itu pun muncul. Ditambah lagi dengan internet dan belanja online, membeli green beans dalam jumlah kecil dari Afrika atau Brasil ketika Anda berada di Amerika Serikat, bukan tidak mungkin lagi.

Ini adalah dimensi yang jauh berbeda dari menyangrai di rumah secara sederhana. Jenis yang didorong oleh rasa petualangan dan hasrat untuk mencari tahu asal-usul dan sejarahnya; sebuah aktivitas yang berlawanan jauh dari kegiatan menyangrai di rumah untuk memenuhi konsumsi sehari-hari di sebuah kota terpencil di Indonesia. Seorang roaster rumahan paska gelombang ketiga mungkin akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengutak-atik proses dan menyempurnakan kreasinya, sedangkan mereka yang melakukannya secara lebih tradisional akan memiliki tujuan yang berbeda.

Keduanya berasal dari keinginan untuk memproduksi kopi secukupnya untuk konsumsi pribadi, tetapi awal yang sederhana ini bisa membuka sejuta alternatif dan cerita yang memperkaya budaya minum kopi itu sendiri.

… to be continued

Cara Nyangrai Santai
Ibrik pun Bisa untuk Menyangrai


Leave a Comment

0