Loading Post...

You have reached the bottom. Let’s shuffle the article!

Post Not Found

Apa itu kopi tanpa kafein?

 In Coffee Conversations

Asal muasal decaf coffee

Mungkin masih terdengar asing tentang kopi tanpa kafein atau yang sering disebut Decaf Coffee. Pada kenyataannya keberadaan kopi ini sudah ada sejak abad ke-20. Akan tetapi, tingkat popularitas decaf coffee ini cukup dibilang kurang dibandingkan jenis kopi pada umumnya dan seringkali hanya menjadi pilihan ngopi yang paling aman untuk coffee lovers yang benar-benar sensitive terhadap kandungan kafein di dalam kopi.

Nah, sebenarnya bagaimana sih asal muasal Decaf Coffee? Siapa sangka cerita dibalik terciptanya Decaf Coffee berawal dari sebuah musibah yang dialami oleh Ludwig Roselius dan teman-temannya. Konon katanya, kala itu biji kopi mereka terendam banjir ketika proses pengiriman, bahkan kondisi kopinya hancur. Kemudian dari musibah itu, Roselius bereksperimen dengan kopi yang terendam air laut. Kandungan kafein pada kopi yang berkurang, mulai dari sinilah decaf coffee ada dan terus dikembangkan serta diproduksi secara massal.

Ludwig Roselius adalah sosok yang mengembangkan proses dekafeinisasi.

Pada tahun 1904 proses dekafeinasi mulai dikembangkan oleh Ludwig Roselius bersama tim-nya, karena temuan riset dan fakta bahwa bahwa kadar kafein dalam biji kopi dapat diturunkan.  Pada tahun 1905-1906 mulai dipasarkan di pasar Eropa, kala itu dengan nama “Sanka” yang diambil dari bahasa perancis sans caffeine yang memiliki arti tanpa kafein. Dan di tahun berikutnya, Ludwig dan tim-nya mengembangkan sayapnya untuk memperkenalkan Decaf atau Sanka ke pasar global Amerika dengan nama “Dekafa” atau “Dekofa” di tahun 1909.

Tiga Jenis Proses decaf coffee

Untuk menghasilkan kopi tanpa kafein atau decaf, ada berbagai macam proses yang sangat panjang. Namun perlu diingat bahwa decaf coffee bukan varietas tersendiri. Decaf coffee bisa dibuat dari kopi arabika atau robusta yang sudah melalui proses dekafeinasi. Berikut ketiganya:

→ Proses Air

Pada 1900-an proses decaf mengalami perkembangan berbagai cara, yang pertama dikenal dengan Proses Air (Swiss) yakni merendam biji kopi yang masih hijau ke dalam suhu air yang tinggi dengan tekanan air yang sama tinggi selama kurang lebih 8 jam, kemudian sisa airnya disaring dengan activated charcoal filter yang kemudian digunakan berulang untuk merendam biji hijau lainnya.

→ Proses Larutan Kimia

Proses yang kedua dengan Larutan Kimia yakni ethyl acetate, dengan cara biji kopi dikukus dan dicuci dengan ethyl acetate selama 20 menit, kemudian dikukus kembali, barulah biji kopi dikeringkan dan disangrai, proses ini juga disebut dengan “naturally decaffeinated”.

→ Proses Karbon Dioksida

Dan proses yang terakhir yakni proses Karbon Dioksida, proses terbaru dengan menggunakan ekstraksi dari karbondioksida subkritis. Proses ini dimulai dengan merendam biji kopi hijau ke dalam larutan karbon dioksida cair untuk menghilangkan kandungan kafeinnya. Setelah proses perendaman selesai, biji kopi bisa langsung di roasting dan di grind. Cara ini merupakan salah satu cara yang ramah lingkungan.

→ Proses Sugar Cane 

Proses sugar cane sangat dikenal di Kolombia, karena tumbuhan ini banyak tumbuh dan berlimpah di sana serta kandungan asam asetat alami di dalamnya yang kemudian dicampur dengan alkohol etanol untuk menghasilkan pelarut etil asetat (E.A.) tanpa merusak struktur seluler biji kopi.

Prosesnya juga cukup panjang, kopi diletakkan dalam kondisi air dan uap untuk meningkatkan kelembaban guna ekstraksi kafein. Setelah itu, biji kopi dicuci dengan etil asetat untuk melarutkan kafein sebanyak 97% karena molase yang difermentasi dari tebu, sehingga menghasilkan biji kopi dengan rasa yang manis.

Meski decaf coffee ini diartikan “kopi tanpa kafein”, bukan berarti benar-benar 100% bebas kafein. Pada dasarnya dekafeinasi ini proses pengurangan senyawa kafein di dalam biji kopi yang mendapatkan kopi rendah kafein, artinya masih terdapat kandungan kafein di dalamnya, tidak hilang sepenuhnya. Penelitian yang telah dilakukan oleh Healthline, menemukan bahwa 1 cangkir decaf coffee (180ml/milliliter) mengandung 0-7 miligram kafein.

Meski decaf coffee ini diartikan “kopi tanpa kafein”, bukan berarti benar-benar 100% bebas kafein.

Baca juga: Kopi tradisional, kokoh berdiri meski digempur kopi modern.

Kandungan kafein di dalam decaf coffee

Proses decaf ini mampu menurunkan kadar kafein pada robusta hingga kurang dari 1%. Sedangkan rata-rata kandungan kafein kopi robusta sebelum proses dekafeinasi berkisar 2-2,3%. Pada kopi Arabika setelah dilakukan proses dekafeinasi hanya mengandung 1% kafein. Sedangkan rata-rata kandungan kafein kopi Arabika tanpa dekafeinasi berkisar 1,2-1,8%. Ini menunjukkan proses tersebut cukup signifikan menghilangkan kadar kafein pada kopi.

Nah, untuk proses decaf biji kopi yang digunakan adalah biji kopi yang masih hijau yang belum dilakukan roasting. Biji kopi hijau ini mengandung asam amino, kafein dan asam klorogenik. Asam klorogenik sendiri memiliki sifat yang gampang larut dalam air sehingga proses dekafeinasi, asam klorogenik seringkali ikut menjadi lebur.

Meskipun decaf bisa diproduksi di mana pun, seringkali beans decaf diimpor dari Colombia.

 

Mengapa decaf coffee mahal?

Biaya dalam proses pembuatan decaf coffee cukup mahal dikarenakan proses yang panjang, mesin-mesin yang digunakan pun masih sulit untuk ditemui. Sehingga, di Indonesia sendiri untuk decaf coffee masih ekspor serta bahan-bahan kimia atau larutan yang digunakan relatif mahal. 

Selain itu decaf coffee juga memberikan efek pada kesehatan yaitu mengandung antioksidan yang tinggi untuk menjaga kesehatan tubuh yaitu bermanfaat untuk membantu mengurangi kadar glukosa dalam darah. Dan decaf coffee memiliki komponen atau zat magnesium untuk merangsang fungsi otak, zat aflatoxin yang memproduksi glutathione yang membantu kinerja liver.

Biji pilihan untuk decaf coffee

Cara memilih biji kopi yang berkualitas dengan cara memeriksa kondisi biji kopi terlebih dahulu dan pastikan dalam memilih biji kopi hijau dalam keadaan utuh serta memiliki bentuk dan ukuran yang serupa satu sama lain dan tidak berbau apak. Pilih biji kopi yang warnanya tidak terlalu pucat atau kusam.

Kepopuleran kopi hitam decaf ini tidak membuat semua coffee lovers tergiur untuk beralih dari kopi hitam berkafein. Karena kandungan kafein yang sangat sedikit ini yang membuat banyak orang merasa tidak kuat karena terasa lebih asam. Yap, betul. Kopi decaf memiliki rasa yang sedikit lebih asam karena proses decaf yang panjang, selain itu decaf coffee juga terasa lebih flat dan sedikit watery.

Selain kurang populer, decaf coffee juga menjadi pro dan kontra di kalangan medis, melansir dari tulisan Kiersten Hickman bahwa kopi tanpa kafein bisa menjadi kopi di berbagai arena kesehatan seperti penderita insomnia memuji minuman tanpa kafein ini tidak memberikan dampak pada penderita insomnia.

Biji decaf yang sudah disangrai

Benefit decaf coffee 

Hal yang sama juga dilakukan para dokter untuk kopi tanpa kafein dapat direkomendasikan untuk ibu hamil, dengan catatan sudah diberi peringatan asupan kafein yang dibutuhkan serta para dokter gigi yang mengatakan bahwa kerusakan pada gigi akibat konsumsi kopi tanpa kafein, tingkat kerusakan gigi lebih rendah dibanding konsumsi kopi biasanya.

Berbeda dengan pendapat para ahli diet dan beberapa dokter mengatakan bahwa kopi tanpa kafein tidak sehat dan berbahaya karena adanya kandungan zat chemicals di dalam decaf coffee karena salah satu proses yang menggunakan larutan kimia. Selain itu, beberapa kajian adanya efek dari decaf kopi yakni kolesterol di dalam tubuh manusia. Beberapa berpendapat decaf coffee dapat meningkatkan kolesterol, ada beberapa yang mengatakan tidak memiliki efek samping apapun. 

Meski menimbulkan pro dan kontra, dikutip dari Healthline decaf kopi merupakan minuman yang paling sehat dan sangat cocok untuk coffee lovers yang memiliki sensitif pada kafein seperti wanita yang sedang hamil, orang yang mengkonsumsi obat-obatan. Dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein dikonsumsi dalam jumlah rendah-sedang masih aman, namun kafein dosis tinggi mungkin akan memberikan efek samping.

 

Baca juga: Coffee cherry? from waste to gluten free flour

 

Source:

https://www.idntimes.com/science/experiment/mw/fakta-kopi-decaf-exp-c1c2?page=all

https://www.nescafe.com/id/artikel/mengenal-kopi-decaf

https://www.healthline.com/nutrition/decaf-coffee-good-or-bad#Health-benefits-of-decaf-coffee

https://bipartisancafe.com/coffee/everything-you-need-to-know-about-decaf-coffee/

https://www.eatthis.com/side-effects-drinking-decaf-coffee/

https://sagebrushcoffee.com/blogs/education/the-sugarcane-decaf-process-explained

 

 

 

Tentang memenangkan kompetisi kopi
Pengalaman Saya Mengawinkan Kopi dan Komedi Selama Sebulan

Share and Enjoy !

0Shares


Leave a Comment

Start typing and press Enter to search